Disperindag Pekanbaru Beri Sanksi Pedagang Yang Jual Minyakkita Di atas HET, Pedagang: Kita Belinya Saja Sudah Mahal

Ekonomi Uncategorized
Ilustrasi MinyakKita

Pekanbaru: Kenaikan harga MinyakKita saat ini di beberapa tempat di Kota Pekanbaru, telah memicu reaksi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru. 

Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyakKita, yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700/liter, dijual tinggi oleh para pedagang seharga Rp 18.000/liter.

Dalam upaya meredam kenaikan harga minyak goreng bersubsidi tersebut, Disperindag Pekanbaru bersama Tim Saber Pelanggaran Harga mulai memperketat pengawasan pendistribusiannya.

Iwan Simatupang, Kepala Disperindag Pekanbaru, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi orang-orang yang memanfaatkan situasi saat ini untuk mencari keuntungan besar. Para pelaku usaha baik itu distributor maupun pedagang yang terbukti menjual di atas HET akan dikenakan sanksi administratif. 

“Apabila memang ditemukan, tentu Tim Saber Pelanggaran Harga bakal menindaknya dengan memberikan sanksi. Sanksinya berupa sanksi administratif, ada teguran. Terutama saat ada temuan di lapangan, ” tegas Iwan, dikutip Senin (23/02/2026).

Iwan Simatupang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru

Lebih lanjut Iwan menerangkan bahwa distribusi MinyakKita selain oleh Bulog juga dilakukan oleh distributor swasta.

Pedagang yang membeli melalui Bulog wajib melakukan pembayaran secara tunai, dengan harga yang diperoleh relatif lebih murah.

“Harga beli di Bulog juga lebih rendah, biasanya dikisaran Rp 14.500/liter,” terangnya.

Seorang pemilik grosir di daerah Sukajadi, bernama Yanto, ketika diwawancarai mengatakan bahwa mereka membeli MinyakKita dari distributor harganya mahal dan dibatasi.

“Kita saja mendapatnya dari distributor sudah mahal bang. Itu pun pengambilannya dibatasi, tidak seperti hari-hari sebelumnya. Kadang barangnya kosong di distributor,” ujar Yanto.

“Kalau memang harga MinyakKita lebih murah di Bulog, kenapa tidak Bulog saja bang yang menjualnya ke grosir-grosir. Saya pasti akan mengambilnya ke Bulog terus dan dalam partai banyak,” lanjutnya lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Ujang, seorang pedagang di daerah Labuhbaru Barat, ketika dimintai tanggapannya, mengatakan bahwa harga MinyakKita naik dari di distributornya. Dan dia juga berharap agar pemerintah jangan menyalahkan pedagang dengan kenaikkan harga minyak goreng bersubsidi tersebut.

“Memang harga dari distributornya sudah naik atau mahal bang. Jadi harganya kita sesuaikan. Saya tidak berani menaikkan harga di atas Rp 18.000/liter. Takut nanti kemahalan sama langganan saya,” ucap Ujang.

“Sebaiknya pemerintah bijak menyikapi kenaikan harga MinyakKita ini. Jangan langsung menyalahkan pedagang yang menjualnya dengan harga Rp 18.000/liter. Apalagi akan dikenakan sanksi segala. Pedagang saja membelinya sudah mahal bang. Apa kami pedagang tidak perlu mendapat untung? Apa untung yang kami ambil besar sekali? Kalau mau menyelidiki penyebabnya sampai ke atas-atasnyalah,” tutupnya. (Victor Sinaga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *