
Pekanbaru: Ketua Umum (Ketum) Parsadaan Pomparan Toga Sinaga (PPTSB) Boru dohot Bere, Ir. Edison Sinaga resmi melantik pengurus PPTSB Wilayah Provinsi Riau untuk masa bakti 2026-2030 yang bertempat di Hotel Furaya Pekanbaru pada minggu 8/2/2026
Prosesi pelantikan berjalan dengan Hidmat dan rasa kebersamaan, Rudi Antonius Natalion Sinaga adalah Ketua PPTSB Wilayah Riau terpilih melalui proses musyawarah mufakat untuk masa bakti 2026-2030
“Selamat atas terpilih dan dilantiknya Ketua PPTSB Wilayah Riau Rudi Antonius Natalion Sinaga, yang mana dipilih berdasarkan musyawarah mufakat”, kata Edison Sinaga dalam kata sambutannya.
Ia menambahkan lagi agar PPTSB terkhususnya wilayah Riau untuk selalu menjaga kekompakan dalam menghadapi tantangan kedepannya terutama pada pemuda dan pemudi, generasi muda agar lebih berperan aktif dan menjaga kekompakan untuk kegiatan – kegiatan PPTSB dan menjaga adat dan budaya sesuai dengan tagline saat Munas PPTSB “Generasi muda PPTSB lebih maju dan terdepan”
“Memang Tantangan sendiri !!, kompaklah kita yang Sinaga ini”, terangnya.
“Horas…Horas…Horas…”, tutup Ketum PPTSB.
Sebelumnya Ketua PPTSB Wilayah Riau Rudi Antonius Natalion Sinaga dengan jelas memaparkan visi dan misinya dalam menjalankan roda organisasi untuk lima tahun kedepan. Pertama adalah menghadapi tantangan nyata agar kita PPTSB dapat hidup berbaur dan berdampingan namun juga mengingat akar kita sebagai budaya orang Batak.
“Tantangan kedepan harus nyata dan bisa kita identifikasi sehingga kita bisa mencari jalan untuk kita menyelesaikannya, dalam visi saya tantangan kedepan sebagai marga Sinaga yang hidup dan mencari makan di provinsi Riau, yang pertama kita harus bisa berterima kasih kepada Melayu bahwa mereka menyambut kita sebagaimana kita bisa berasimilasi membaur tanpa kehilangan akar, jangan kita menjadi eksklusif, tanpa membaur kita akan membuat tembok yang akan bisa membuat potensi konflik”, ucap Rudi saat menyampaikan kata sambutannya.
“Mari kita hidup bersama ini, agar kita dapot pasu-pasu, agar kita ini tetap tarpasu-pasu Sian Tuhan ta pardenggan basa i (yang artinya agar kita dapat berkat dan penyertaan Tuhan)” kata Rudi.
Yang kedua, Pengurus PPTSB Wilayah Riau juga harus menjaga dan mengawasi anak-anak, generasi muda agar mengerti akar adatnya, termasuk generasi “gen Z”.
“Nah tantangan kedua kedepan adalah terkait dengan zaman sekarang ‘Gen Z’ anak-anak, bagaimana kita membuat anak-anak ini juga mengerti akar, karena menurut saya, visi saya, manusia yang tidak mengerti akarnya dimana, maka dia akan hidup mengambang di awang-awang, akar budaya itu penting, tapi pertentangan antar budaya juga harus kita redam, sebenarnya antar budaya-budaya Indonesia ini tidak ada yang bertentangan, hanya tidak mengenal”, jelasnya lagi.
Selanjutnya misi ketiga, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) generasi PPTSB yang unggul.
“Yang ketiga menurut saya, tantangan kedepan adalah sumber daya manusia (SDM), bagaimana Sinaga ini bisa memaksimalkan potensi-potensi SDM terutama generasi muda, sesuai dengan program pak Ketum yang sudah memberikan beasiswa bagi siswa -siswa yang berprestasi, kita juga harus bisa memaksimalkan potensi-potensi generasi muda”, tuturnya.
Misi Yang ke empat, memberikan benefit dan pemahaman agar seluruh marga Sinaga yang ada di Riau dapat masuk ke organisasi PPTSB, dan yang terakhir kelima adalah menjaga kekompakan agar jangan sampai terpecah, dimana pengurus akan merangkul seluruh marga Sinaga dari berbagai etnis yang berbeda keyakinan.
“Yang keempat menurut saya adalah bagaimana organisasi ini bisa memberikan kontribusi nyata, ada banyak marga Sinaga yang belum mendaftar kedalam keanggotaan, kenapa? karena mereka belum melihat benefit, manfaat, apa gunanya saya bergabung di Toga Sinaga mendaftar? yang ada dipungut iuran, takut dipungut iuran walaupun tak seberapa, nah bagaimana kita memberikan benefit, membuat orang mengerti bahwa ketika dia bergabung dengan Sinaga ia tidak tercabut dari akarnya dan mereka bisa berasimilasi dengan baik dibumi dimana ia mencari makan”jelasnya.
“Dan yang terakhir adalah ini juga yang menjadi visi dan misi saya, bagaimana Sinaga seperti yang disampaikan penasehat kami, semua boleh bangga bahwa saya Sinaga, sebagai mungkin salah satu marga yang terkenal karena kekompakannya, tidak pernah terpecah, tidak terpecahkan sampai hari ini , kebanggaan sebagai Sinaga sebuah marga yang paling kompak, ini yang harus kita bangun bersama, untuk menghadapi tantangan ini tidak mudah, tapi mari kita bersama – sama merangkul semuanya. Sinaga baik dari sub etnis baik dari agama, Sinaga tetap Sinaga, berbeda agama tetap Sinaga, budaya bisa kita sesuaikan supaya kita tetap bersatu dalam Toga Sinaga” Tutup Rudi.
Dalam prosesi pelantikan pengurus PPTSB Wilayah Riau turut hadir sebagai tamu undangan: Pemerintah provinsi Riau yang dalam hal ini mewakili Gubernur Riau adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau Linda Marlina Siagian S.Sit., M.Sc (Kabid Politik dalam negeri), Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, Perwakilan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Perwakilan Pengadilan Tinggi Riau, Perwakilan Polda Riau, Perwakilan Polrestabes Pekanbaru, Perwakilan Pemerintah Kota Pekanbaru dan lain sebagainya yang meliputi unsur Forkopimda Riau.
Berikut Daftar nama-nama pengurus PPTSB Wilayah Riau untuk masa bakti 2026-2030:




