
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa perusahaan energi milik negara PT Pertamina (Persero) memiliki ratusan entitas anak hingga cucu perusahaan. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam acara tasyakuran HUT ke-1 Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung kompleksitas struktur perusahaan negara yang menurutnya semakin rumit seiring berjalannya waktu. Ia mengatakan, awalnya perusahaan negara seperti Pertamina didirikan oleh para pendiri bangsa dengan niat baik untuk mengelola sumber daya alam demi kepentingan rakyat.
Namun dalam perkembangannya, struktur perusahaan justru berkembang menjadi sangat besar dengan banyak entitas turunan, mulai dari anak perusahaan hingga cucu perusahaan.
“Negara dalam keadaan baru awal-awal merdeka mendirikan perusahaan negara Pertamina. Ternyata iktikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan. Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan,” terang Prabowo, dikutip (14/3/2026)
Ia juga menyoroti aturan yang menurutnya tidak masuk akal terkait pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. Prabowo mengaku heran karena ada regulasi yang menyebutkan bahwa negara dapat mengaudit BUMN, tetapi tidak berlaku bagi entitas turunan pada tingkat tertentu.
“Dan aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” katanya.
Pernyataan Prabowo tersebut memunculkan kembali pembahasan mengenai pentingnya pembenahan tata kelola perusahaan milik negara. Ia menilai struktur yang terlalu kompleks berpotensi menyulitkan pengawasan serta mengurangi transparansi dalam pengelolaan aset negara.
Karena itu, Prabowo mendorong perlunya konsolidasi manajemen dan perbaikan regulasi agar pengawasan terhadap BUMN dan seluruh entitas turunannya dapat dilakukan secara lebih efektif dan akuntabel. (Red/Sng)

