Menkeu Purbaya: Ekonomi Indonesia Baik-Baik Saja, Inflasi Kita Aman

Ekonomi Uncategorized
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI (Dok. Ist)

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi sehat dan jauh dari risiko kepanasan atau overheating.

Hal itu diungkapkannya dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Ia membongkar data inflasi riil yang diklaim jauh lebih rendah dari angka headline.

Purbaya menjelaskan bahwa meskipun inflasi Februari terlihat tinggi di angka 4,64 persen, terdapat distorsi data akibat faktor teknis tahun lalu.

Jika variabel tersebut dikeluarkan, kondisi moneter nasional sebenarnya sangat terkendali.

“Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari-Februari tahun lalu, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59%, Pak. Jadi kita masih aman untuk tumbuh (ekonominya) lebih cepat lagi, ekonominya enggak kepanasan,” ungkap Purbaya, dikutip (14/3/2026)

Menurutnya, pemahaman data yang akurat sangat krusial bagi pengambil kebijakan.

Jika hanya melihat angka permukaan, pemerintah berisiko mengambil langkah prematur yang justru bisa menghambat laju pertumbuhan.

“Ini penting karena kalau policy maker akan mikir bahwa ekonominya kepanasan, dia akan cenderung rem ekonominya. Tapi ini datanya datang yang enggak akurat kalau kita pakai itu aja,” tegasnya.

Keyakinan itu didukung oleh sektor suplai yang ekspansif. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur menyentuh level 53,8 pada Februari, yang merupakan rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi permintaan, Purbaya menyoroti lonjakan sektor otomotif dan ritel sebagai bukti nyata kekuatan daya beli masyarakat saat ini.

“Sebelah kanan kalau kita lihat juga industri otomotif, penjualan mobil tumbuh 12,2% di bulan Februari, Pak. Ini bukan main-main kalau lihat tahun lalu kan negatif tuh. Sekarang udah mulai positif dan sekarang makin kencang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa indeks kepercayaan konsumen yang berada di level 125,2 menunjukkan masyarakat tetap optimis melakukan konsumsi.

Hal ini sekaligus membantah narasi negatif yang beredar di ruang publik.

“Jadi sebetulnya kalau kita lihat dari sisi supply, ekonomi kita dalam keadaan yang amat baik. Saya yakin ke depannya akan membaik terus,” terangnya.(Red/Sng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *