
Mekah: Setelah berhasil Tim Pemandu Haji Meranti membantu JCH Meranti memandu Umroh wajib dan umroh Sunat. Saat ini Tim Pemandu Haji Meranti siap membantu JCH Meranti yang Sakit, Resiko Tinggi (Resti), dan Lansia untuk memandu dan membadalkan lontar Jumrah Aqabah di tanggal 10 Zulhijah, Wustho, Wula, & Aqabah di tanggal 11 & 12 Zulhijah.
Tim Pemandu Haji Meranti terdiri 4 orang, diantaranya H Mustafa,S.Ag.,MM, dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes, Indawati, dan Wulandari selalu memantau setiap perkembangan keadaan di Kota suci Mekah menjelang pelaksanaan puncak haji saat ARMUSNA.
Hal ini dilakukan demi kesehatan dan keselamatan JCH Meranti, seperti yang diamanahkan oleh bapak Asmar Bupati Kepulauan Meranti saat melepas jemaah di Selatpanjang.
Tim Pemandu ini terlahir dari sebuah kondisi yang memungkinkan untuk membantu para jemaah dalam beribadah. Ketua Bimbad Dr Hj Yuliarti,S.Ag.,M.Ag sangat berterima kasih pada Tim Pemandu Haji ini. “Saya sangat apresiasi kepada semua Tim Pemandu dan JCH Meranti yang berinisiatif untuk membantu jemaahnya dalam beribadah di tanah suci Mekah ini,” ucapnya.
“Ini pantas dicontoh oleh Daerah Daerah lain, saya melihat para jemaah asal Meranti sangat terbantu dengan kehadiran Tim ini. Terimah kasih Pak H Mustafa, terima kasih Pak dr H Misri, terima kasih buk Indawati, dan terima kasih buk Wulandari. Semoga ikhtiar bapak ibu menjadi ladang amal,” terang ketua Bimbad Dr Hj Yuliharti dengan penuh haru.
Untuk melontar Jumrah, Tim Pemandu Haji Meranti telah melakukan pendataan terhadap Jemaah Sehat, Mandiri, & Mampu sebanyak 70 orang. Hal inipun telah kita usulkan kepada Ketua Kloter agar jemaah ini dapat diterima sebagai Pembadal melontar Jamarat.
Untuk memudahkan persiapan, Tim Pemandu mengadakan rapat khusus untuk Ketua Rombongan, ketua Regu, dan Tim Pemandu. Agar data data yang disampaikan kepada ketua kloter benar benar valid dan akurat. Informasi yang sampai ke Jamaah agar benar benar sampai melalui Karom & Karunya masing masing. Rapat ini berlangsung pada Selasa (19/05/2026) di Hotel Tilal Al Ghadeer pukul 14.00 WAS.

Bagi jemaah Resti, Lansia, dan sakit setelah wukuf di Arafah langsung naik bus ke Hotel Mekah, karena jemaah ini akan melakukan skema Murur. Sementara Jemaah yang sehat, Mandiri, & Mampu akan diberangkatkan ke Muzdalifah untuk Mabit, selanjutnya menuju tenda Mina untuk melakukan persiapan melontar Jumrah Aqabah, sekaligus membadalkan jemaah yang sakit, Lansia, & Resti. Setelah melaksanakan Tahalul awal, jemaah Pembadal akan bergerak ke hotel di Mekah.
“Pada musim haji 2026 ini ada kebijakan Murur dan Tanazul yang mempermudah bagi jemaah yang sakit, Resti dan Lansia, tanpa mengurangi substansi dari ibadah itu sendiri,” ujar koordinator Tim H Mustafa.
“Untuk Tawaf Ifada’ dan Sa’i haji bagi jamaah sakit, Resti, dan lansia, Tim Pemandu akan menyiapkan mobil golf. Kami telah berkoordinasi dengan pengelola Masjidil Haram, sehingga harapan Bapak H Asmar bupati Kepulauan Meranti untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah dapat terpenuhi, terang dr H Misri Kepada media.(Red)

