Nilai Tukar Rupiah-US Dolar Terus Ambruk, Ekonomi Merosot

Ekonomi Pendidikan Uncategorized
Ilustrasi (Dok. Red)

Pekanbaru: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 34 poin ke level Rp17.839 pada perdagangan Selasa (2/6/2026).

Pelemahan mata uang garuda ini dipicu oleh kombinasi sentimen domestik terkait rilis angka inflasi Mei 2026 serta faktor eksternal dari dinamika politik Presiden AS Donald Trump.

Mengutip dari Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 34 poin atau 0,19 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp17.805. Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan, melemahnya rupiah dipengaruhi faktor eksternal dan faktor internal.

Faktor internal melemahnya rupiah, Badan pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Mei 2026.

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Secara tahun kalender (year-to-date/ytd), inflasi tercatat sebesar 1,35 persen dan secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,28 persen.

Ibrahim menyatakan, meski menunjukkan sinyal positif, sektor industri masih dibayangi tekanan biaya bahan baku yang melonjak dan gangguan pasokan yang menahan laju produksi.

Ibrahim menyampaikan, perbaikan terutama ditopang oleh peningkatan permintaan domestik yang mendorong kenaikan pesanan baru selama 2 bulan berturut-turut. Kenaikan pesanan baru pada Mei 2026 menjadi yang tercepat sejak Februari 2026.***(Red/bhs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *